Rukyat vs Hisab

Banyak selisih pendapat dalam penentuan awal Ramadhan. Ada yang memakai hisab, ada yang berpedoman rukyat. Bagaimanakah sikap kita seharusnya?

Jawaban :
Para ulama berselisih pendapat di dalam menentukan awal bulan Ramadhan apakah dengan cara melihat bulan langsung (rukyat) atau dengan cara hisab.
Pendapat Pertama mengatakan bahwa cara menentukan awal bulan Ramadhan adalah dengan cara melihat bulan secara langsung (rukyat) dan tidak boleh menggunakan hisab. Ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf dan khalaf, termasuk di dalamnya Imam Madzhab yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'I, dan Ahmad).
Dalil mereka adalah sebagai berikut :

1. Sabda Rasulullah saw :
لا تصوموا حتى تروا الهلال ، ولا تفطروا حتى تروه ، فإن غمى عليكم فاقدروا له. و في رواية فاقدروا له ثلاثين
" Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh."(HR Muslim)

2. Sabda Rasulullah saw :
صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته
"Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Sabda Rasulullah saw:
إذا رأيتم الهلال فصوموا ، وإذا رأيتموه فأفطروا
" Jika kalian melihat hilal (Ramadhan) , maka berpuasalah, dan jika kalian melihat hilal ( Syawal), maka berbukalah." (HR Muslim).

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa cara menentukan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat bulan secara langsung. Jika bulan tersebut terhalang oleh awan, hendaknya disempurnakan bilangan bulan hingga tiga puluh hari. Inilah maksud lafadh "faqduru lahu" dalam hadits di atas setelah menjama' beberapa riwayat yang ada.

Pendapat kedua mengatakan bahwa cara menentukan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan hisab. Ini adalah pendapat Mutharrif bin Abdullah, Ibnu Suraij, dan Ibnu Qutaibah. Mereka berdalil dengan hadits riwayat muslim di atas ( lihat hadits no 1 ) , hanya saja kelompok ini menafsirkan lafadh " faqduru lahu " dengan ilmu hisab. Yaitu jika bulan tersebut tertutup dengan mendung, maka pergunakanlah ilmu hisab.
Dari dua pendapat di atas, maka pendapat yang benar adalah pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa untuk menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal adalah dengan cara melihat bulan secara langsung (rukyat). Boleh memakai alat bantu seperti teropong dan lain-lainnya. Demikian pula diperbolehkan menggunakan hitungan hisab, tetapi hanya sebagai pembantu dan penopang dari rukyat.
Selain dalil-dalil yang telah diungkap di atas, ada dalil lain yang menguatkan pendapat mayoritas ulama,yaitu sabda Rasulullah saw :

إنا أمة أمية ، لا نكتب ولا نحسب ، الشهر هكذا وهكذا يعنى مرة تسعة وعشرين ومرة ثلاثين
"Sesungguhnya kita (umat Islam) adalah umat yang ummi, tidak menulis dan menghitung, bulan itu jumlahnya 29 hari atau 30 hari."(HR Bukhari dan Muslim)

Artinya hadits di atas adalah untuk menentuan awal bulan, umat Islam tidak diwajibkan untuk mempelajari ilmu hisab. Karena Allah telah memberikan cara yang lebih mudah dan bisa dilakukan oleh banyak orang, yaitu rukyat. Ini bukan berarti umat Islam dilarang mempelajari ilmu tersebut, karena Allah swt telah memerintahkan kepada umatnya agar selalu menuntut ilmu pengetahuan selama hal itu membawa maslahat dalam kehidupan manusia ini. Akan tetapi maknanya bahwa ajaran Islam ini mudah dan bisa dicerna oleh semua kalangan, dan bisa dipraktekan oleh semua orang.

Selain itu di dalam ilmu hisab (ilmu falak) telah terjadi perbedaan pendapat yang sangat banyak. Ada yang menetapkan bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari setelah terjadi ijtima’. Sebagian yang lain menetapkan bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari setelah terjadi ijtima’ ditambahkan bahwa pada saat terbenam matahari tersebut, Hilal (bulan) sudah wujud di atas ufuk. Ini sering disebut dengan model “ wujudul hilal.”

Bahkan ada kelompok yang mensyarakatkan wujud bulan di atas ufuk tersebut dengan imkanur rukyat (berdasarkan perkiraan mungkin tidaknya hilal dirukyat). Kelompok yang menggunakan model “imkanu al rukat” inipun berbeda pendapat di dalam menentukan batasannya. Ada yang memegang dengan batasan 2 derajat, ada yang memakai 5 derajat. Dan banyak lagi perbedaan-perbedaan yang tidak mungkin diungkap di sini.

Inilah mengapa umat Islam di Indonesia belum bisa bersatu di dalam menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal, karena masing-masing dari aliran ilmu hisab (ilmu falak) memegang prinsipnya dan merasa paling benar, sehingga tidak mau mundur sedikitpun demi persatuan umat. Wallahu Musta'an.

Untuk mengurangi perpecahan yang terjadi di kalangan umat Islam dalam menyikapi perbedaan cara menentukan awal bulan tersebut, para ulama menfatwakan bahwa sebaiknya umat Islam mengikuti awal bulan Ramadhan dan Syawal yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam negara masing-masing. Untuk negara Indonesia umpamanya, hendaknya seluruh rakyat mengikuti apa yang telah diputuskan pemerintah dalam hal ini Departemen Agama. Itu semua demi maslahat persatuan.
Wallahu A'lam.

ahmadzain

Hasil Drawing Liga Champions 2011/2012


2011/12 UEFA Champions League group stage

Group A
FC Bayern München (GER)
Villarreal CF (ESP)
Manchester City FC (ENG)
SSC Napoli (ITA)

Group B
FC Internazionale Milano (ITA)
PFC CSKA Moskva (RUS)
LOSC Lille Métropole (FRA)
Trabzonspor AŞ (TUR)

Group C
Manchester United FC (ENG)
SL Benfica (POR)
FC Basel 1893 (SUI)
FC Oţelul Galaţi (ROU)

Group D
Real Madrid CF (ESP)
Olympique Lyonnais (FRA)
AFC Ajax (NED)
GNK Dinamo Zagreb (CRO)

Group E
Chelsea FC (ENG)
Valencia CF (ESP)
Bayer 04 Leverkusen (GER)
KRC Genk (BEL)

Group F
Arsenal FC (ENG)
Olympique de Marseille (FRA)
Olympiacos FC (GRE)
Borussia Dortmund (GER)

Group G
FC Porto (POR)
FC Shakhtar Donetsk (UKR)
FC Zenit St Petersburg (RUS)
APOEL FC (CYP)

Group H
FC Barcelona (ESP)
AC Milan (ITA)
FC BATE Borisov (BLR)
FC Viktoria Plzeň (CZE)

Sepuluh pemenang play-off bergabung dengan 22 peserta otomatis dalam drawing babak penyisihan grup di Grimaldi Forum, Monako, di mana 32 sisi dibagi menjadi empat pot pembibitan dan satu dari masing-masing ditarik ke dalam delapan kelompok. Biji didasarkan pada sistem koefisien UEFA dan tim tidak bisa bertemu lagi dari asosiasi yang sama.

Dimana dua sisi dari asosiasi yang sama memenuhi syarat, mereka dipasangkan untuk membagi pertandingan mereka antara Selasa dan Rabu, sehingga satu klub akan selalu bermain di home pada satu hari dan yang lain akan memainkan away pada hari lain. Dalam kasus asosiasi dengan tiga wakil, hanya dua tim dipasangkan dalam hal perlengkapan mereka, dalam kasus asosiasi dengan empat wakil, dua pasangan dibuat berdasarkan penonton TV.

Untuk memastikan sisi dari negara yang sama bermain di hari yang berbeda, delapan kelompok dibedakan berdasarkan warna: Grup AD merah dan Grup EH biru. Ketika klub dipasangkan ditarik, misalnya, menjadi salah satu kelompok merah, klub pasangan lainnya - setelah itu ditarik - secara otomatis ditugaskan untuk salah satu dari empat kelompok biru.

Tim dari Pot 1 yang sementara ditempatkan di posisi pertama dalam kelompok mereka, tim dari Pot 2 sementara mengambil tempat kedua di bagian mereka, dan seterusnya. Setelah selesai menggambar, komputer menentukan posisi akhir dari sisi dalam kelompok mereka dan urutan home dan away pertandingan.

11 Masjid Terindah di Dunia

Ada banyak masjid yang dibangun di berbagai belahan dunia. Mulai dari masjid yang kecil, sederhana, besar sampai megah. Masing-masing punya keistimewaan dan keindahan tersendiri.
Namun dari semua masjid, ada beberapa yang dianggap paling megah dan memiliki sejarah menarik tersendiri. Berikut ini 11 masjid terindah di dunia seperti dikutip dari Most Interesting Facts dan Latest Top Ten

Masjid Sultan, Singapura

Masjid Sultan terletak di Muscat Street dan North Bridge Road, Distrik Kampung Glam Rochor, Singapura. Dikutip dari Most Interesting Facts, masjid ini diketahui sebagai salah satu tempat ibadah utama umat Muslim di Negeri Singa. Sejak didirikan, hanya ada sedikit pengembangan di Masjid Sultan yaitu di hall utama pada 1960 dan dibangun ruang tambahan pada 1993. Rasanya memang tidak perlu terlalu banyak perubahan pada masjid yang menjadi monumen nasional pada 14 Maret 1975 ini, karena bangunannya yang sudah kokoh, indah dan cukup megah.






Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Indonesia

Masjid kebanggaan masyarakat Indonesia, khususnya Aceh ini merupakan salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh pasca diterjang tsunami 26 Desember 2004 silam. Salah satu masjid terindah di Indonesia dan dunia ini awalnya dibangun khusus untuk Kesultanan Aceh. Keistimewaan masjid ini terdapat pada keindahan bentuk, ukiran-ukiran atraktif dan halaman yang sangat luas. Banyak orang yang pernah berkunjung, mengaku merasakan hawa kesejukan saat berada di dalam masjid ini







Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Brunei Darussalam

Masjid ini dibangun untuk Kesultanan Brunei yang berlokasi di Bandar Seri Begawan, ibukota Brunei. Masjid ini termasuk salah satu yang paling spektakuler di Asia Pasifik, dan menjadi daya tarik utama bagi para turis. Masjid Omar Ali Saifuddin juga dianggap para masyarakat Brunei sebagai simbol keagungan negara mereka.

Arsitektur masjid ini memadukan Arsitektur Mughal dengan gaya Italia. Bangunan ini dirancang oleh biro arsitekur Booty and Edwards Chartered berdasarkan rancangan karya arsitek berkebangsaan Italia Cavaliere Rudolfo Nolli, yang telah lama bekerja di teluk Siam.






Masjid Zahir, Kedah, Malaysia

Masjid Zahir dibangun pada 1912 oleh Tunku Mahmud, putra Sultan Tajuddin Mukarram Shah. Tujuan pembangunan masjid ini dimaksudkan sebagai makam para prajurit Kedah yang gugur saat mempertahankan Kedah dari perebutan Siam pada 1821. Arsitektur masjid ini terinspirasi dari Masjid Azizi di Kota Langkat, Sumatera Utara, Indonesia. Ciri khas masjid ini adalah adanya lima kubah yang menyimbolkan lima rukun Islam.








Masjid Sultan Ahmet, Turki

Tempat ibadah yang juga dikenal dengan Masjid Biru ini memiliki enam menara. Kerumitan arsitektur menjadi daya tarik masjid yang terletak di Istanbul, Turki ini. Disebut Masjid Biru, karena pada sore menjelang malam, bagian atas setiap menara dan kubah-kubah menjadi berwarna kebiruan. Bukan itu saja, interior masjid ini juga dihiasi ubin-ubin warna biru yang sangat indah.









Masjid Badshahi, Delhi, India

Dalam bahasa Inggris, Badshahi berarti masjid kepunyaan raja. Dilansir Latest Top Ten, eksterior masjid yang dibangun pada masa Kesultanan Mughal ini, seluruhnya terbuat dari batu pasir merah; kecuali tiga kubah bulat, serta lengkungan kubah dari menara yang berbentuk segi delapan --terbuat dari batu marmer. Masjid yang terletak di Delhi ini, memiliki halaman yang disebut-sebut paling luas di antara masjid yang pernah dibangun di dunia. Bisa dibilang, masjid ini menjadi saksi kemegahan dan kejayaan Kerajaan Mughal pada abad 17.






Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan

Masjid Faisal terletak di sebelah paling utara Islamabad, ibukota Pakistan. Namanya diambil dari nama pendirinya, Raja Faisal Bin Abdul Aziz dan ditetapkan sebagai Masjid Nasional Pakistan. Tidak seperti masjid di Asia pada umumnya, Masjid Faisal tidak memiliki kubah maupun arca. Bentuknya yang tidak biasa, terinspirasi dari tenda yang didirikan salah satu suku Arab, Bedouin. Ruang salat utama berbentuk seperti segitiga besar dan menara dibuat meruncing ke atas. Sedikit dipengaruhi oleh gaya bangunan Turki, Masjid Faisal termasuk salah satu gambaran masjid dengan desain arsitektur kontemporer.





Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia

Dalam bahasa Arab, Istiqlal mengandung arti merdeka, karena memang dibangun sebagai perayaan dan sekaligus memperingati kemerdekaan Indonesia dari jajahan kolonial Belanda. Tempat ibadah ini didominasi susunan balok-balok yang terinspirasi dari gaya bangunan Soviet. Ruang salat utama berbentuk bujur sangkar dengan 12 pilar besar. Pilar ini sebagai penyangga kubah utama dengan diameter hingga 45 meter. Bentuknya yang sangat ikonik, merupakan situs sejarah yang patut dipertahankan.







Masjid Al Aqsa, Palestina

Masjid Al Aqsa merupakan tempat suci agama Islam di Kota Tua Yerusalem. Masjid ini dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Nabi Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Salah satu ciri khas Masjid Al Aqsa adalah kubah berwarna abu-abu yang terlihat menonjol.







Masjid Al Nabawi, Madinah, Saudi Arabia

Tempat ini merupakan tempat suci ketiga dalam Islam, dan masjid terbesar kedua setelah Masjid Al Haram di Mekkah. Salah satu tempat terpenting di masjid ini adalah The Green Dome, atau Kubah Hijau (bagian tengah masjid); di mana makam Nabi Muhammad berada. Al Nabawi memiliki 10 menara, dengan tinggi masing-masing mencapai 105 meter.









Masjid Al Haram, Mekah, Saudi Arabia

Inilah masjid terbesar dan tersuci di dunia; memiliki 9 menara dan telah mengalami beberapa kali renovasi serta penambahan bangunan. Di sinilah terdapat Ka'bah, tempat paling suci bagi umat Islam. Setiap tahunnya, lebih dari satu juta peziarah datang ke sini untuk menunaikan ibadah Haji. Umat Islam percaya, Ka'bah merupakan bangunan pertama yang didirikan di bumi oleh Nabi Adam, dilanjutkan Nabi Ibrahim dan terakhir, Nabi Muhammad.








sumber

GURINDAM 12

K a r y a R a j a A l i H a j i

Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam serta shalawatnya Nabi yang akhirul jaman serta keluarganya dan sahabatnya sekalian adanya. Amma ba’du daripada itu maka tatkala sampailah Hijratun Nabi 1263 Sanah kepada dua puluh tiga hari bulan Rajab hari Selasa mana telah ta’ali kepada kita yaitu Raja Ali Haji mengarang satu gurindam cara Melayu yaitu yang boleh juga jadi diambil faedah sedikit-sedikit daripada perkataannya itu pada orang yang ada menaruh akal maka adalah banyaknya gurindam itu hanya duabelas pasal di dalamnya.

Syahdan

Adalah beda antara gurindam dengan syair itu aku nyatakan pula bermula arti syair Melayu itu perkataan yang bersajak yang serupa dua berpasang pada akhirnya dan tiada berkehendak pada sempurna perkataan pada satu-satu pasangnya bersalahan dengan gurindam. Adapun arti gurindam itu yaitu perkataan yang bersajak juga pada akhir pasangannya tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya sahaja jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawab.

Jikalau ingin tahu isi Gurindam 12 ini, simaklah karya maha agung dari tuanku Raja Ali Haji, dibawah ini.

Pasal Pertama (1) Gurindam 12

Barang siapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilang nama

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat




Pasal Kedua (2) Gurindam 12

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang

Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji

Pasal Ketiga (3) Gurindam 12

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita

Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan

Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh

Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Hendaklah pelihara kaki *1
Daripada berjalan membawa rugi

Oleh: Raja Ali Jaji

*) bait ini terdapat dalam penerbitan Pemko Tanjung Pinang, Sedangkan dalam Risalah karya Mustari bait ini tidak terdapat (Mengisi Roh ke Dalam Jasad, Irwan Djamaluddin. 2007)

Pasal keempat (4) Gurindam 12

Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh

Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah

Mengumpat dam memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir

Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala

Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka

Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah

Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar

Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor

Di manakah salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi

Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih

Pasal Kelima (5) Gurindam 12

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia

Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Pasal Keenam (6) Gurindam 12

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru

Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri

Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi

Pasal Ketujuh (7) Gurindam 12

Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta

Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itu tanda hampirkan duka

Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat

Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih

Apabila banyak mencacat orang
Itulah tanda dirinya kurang

Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur

Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar

Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan

Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut

Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar

Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar

Pasal Kedelapan (8) Gurindam 12

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya

Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya

Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya

Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar

Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa

Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri diamkan

Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka


Pasal ke Sembilan (9) Gurindam 12

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa

Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja

Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan

Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru

Pasal ke Sepuluh (10) Gurindam 12

Dengan bapa jangan derhaka
Supaya Allah tidak murka

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat

Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai

Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil


Pasal ke-11 (sebelas) Gurindam 12

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa

Hendak jadi kepala
Buang perangai yang cela

Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat

Hendak marah
Dahulukan hujjah

Hendak dimalui
Jangan memalui

Hendak ramai
Murahkan perangai

Pasal ke-12 (Dua Belas) Gurindam 12

Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagarkan duri

Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja

Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat

Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu

Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai

Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti

Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta

Tamatlah gurindam yang dua belas pasal karangan Raja Ali Haji pada tahun Hijrah Nabi kita seribu dua ratus enam puluh tiga (1263) kepada tiga likur hari bulan Rajab Selasa lima Negeri Riau Pulau Penyengat.

Surprising Results of Global Warming

Forest Fire Frenzy

While it's melting glaciers and creating more intense hurricanes, global warming also seems to be heating up forest fires in the United States. In western states over the past few decades, more wildfires have blazed across the countryside, burning more area for longer periods of time. Scientists have correlated the rampant blazes with warmer temperatures and earlier snowmelt. When spring arrives early and triggers an earlier snowmelt, forest areas become drier and stay so for longer, increasing the chance that they might ignite.

Ruined Ruins

All over the globe, temples, ancient settlements and other artifacts stand as monuments to civilizations past, which until now have withstood the tests of time. But the immediate effects of global warming may finally do them in. Rising seas and more extreme weather have the potential to damage irreplaceable sites. Floods attributed to global warming have already damaged a 600-year-old site, Sukhothai, which was once the capital of a Thai kingdom.



Rebounding Mountains

Though the average hiker wouldn't notice, the Alps and other mountain ranges have experienced a gradual growth spurt over the past century or so thanks to the melting of the glaciers atop them. For thousands of years, the weight of these glaciers has pushed against the Earth's surface, causing it to depress. As the glaciers melt, this weight is lifting, and the surface slowly is springing back. Because global warming speeds up the melting of these glaciers, the mountains are rebounding faster.


Speedier Satellites

A primary cause of a warmer planet's carbon dioxide emissions is having effects that reach into space with a bizarre twist. Air in the atmosphere's outermost layer is very thin, but air molecules still create drag that slows down satellites, requiring engineers to periodically boost them back into their proper orbits. But the amount of carbon dioxide up there is increasing. And while carbon dioxide molecules in the lower atmosphere release energy as heat when they collide, thereby warming the air, the sparser molecules in the upper atmosphere collide less frequently and tend to radiate their energy away, cooling the air around them. With more carbon dioxide up there, more cooling occurs, causing the air to settle. So the atmosphere is less dense and creates less drag.

Survival of the Fittest

As global warming brings an earlier start to spring, the early bird might not just get the worm. It might also get its genes passed on to the next generation. Because plants bloom earlier in the year, animals that wait until their usual time to migrate might miss out on all the food. Those who can reset their internal clocks and set out earlier stand a better chance at having offspring that survive and thus pass on their genetic information, thereby ultimately changing the genetic profile of their entire population.

The Big Thaw

Not only is the planet's rising temperature melting massive glaciers, but it also seems to be thawing out the layer of permanently frozen soil below the ground's surface. This thawing causes the ground to shrink and occurs unevenly, so it could lead to sinkholes and damage to structures such as railroad tracks, highways and houses. The destabilizing effects of melting permafrost at high altitudes, for example on mountains, could even cause rockslides and mudslides. Recent discoveries reveal the possibility of long-dormant diseases like smallpox could re-emerge as the ancient dead, their corpses thawing along with the tundra, get discovered by modern man.

Pulling the Plug

A whopping 125 lakes in the Arctic have disappeared in the past few decades, backing up the idea that global warming is working fiendishly fast nearest Earth's poles. Research into the whereabouts of the missing water points to the probability that permafrost underneath the lakes thawed out. When this normally permanently-frozen ground thaws, the water in the lakes can seep through the soil, draining the lake, one researcher likened it to pulling the plug out of the bathtub. When the lakes disappear, the ecosystems they support also lose their home.

Arctic in Bloom

While melting ice in the Arctic might cause problems for plants and animals at lower latitudes, it's creating a downright sunny situation for Arctic biota. Arctic plants usually remain trapped in ice for most of the year. Nowadays, when the ice melts earlier in the spring, the plants seem to be eager to start growing. Research has found higher levels a certain type of the pigment chlorophyll (telltale sign of photosynthesis) in modern soils than in ancient soils, showing a biological boom in the Arctic in recent decades

Heading for the Hills

Starting in the early 1900s, we've all had to look to slightly higher ground to spot our favorite chipmunks, mice and squirrels. Researchers have found that many of these animals have moved to greater elevations, possibly due to changes in their habitat caused by global warming. Similar changes to habitats are also threatening Arctic species like polar bears, as the sea ice they dwell on gradually melts away.



Aggravated Allergies

Have those sneeze attacks and itchy eyes that plague you every spring worsened in recent years? If so, global warming may be partly to blame. Over the past few decades, more and more Americans have started suffering from seasonal allergies and asthma. Though lifestyle changes and pollution ultimately leave people more vulnerable to the airborne allergens they breathe in, research has shown that the higher carbon dioxide levels and warmer temperatures associated with global warming are also playing a role by prodding plants to bloom earlier and produce more pollen. With more allergens produced earlier, allergy season can last longer. Get those tissues ready.

LIvescience

10 Things You Didn't Know About Ramadan

Each year as part of Ramadan, which began this year on Aug. 1, millions of Muslims worldwide will fast for 30 days from sunrise to sunset. But the monthlong holiday is about much more than fasting. TIME takes a look at the things you might not know about the holy month

It's Not Just 'No Eating' ...

... It's "no drinking" too: Muslims drink not even a drop of water from dawn to dusk. In addition to not eating or drinking anything all day, they also abstain from excesses like cigarettes and sex. Yet despite the fasting, Ramadan in most Muslim countries is an interesting mix of austerity and celebration. While they abstain from many things during the day, after sunset families and friends often visit with one other, filling the streets of major cities with food and laughter until the wee hours.

Dates Are the Fast-Breaking Food of Choice

A date is traditionally the first thing eaten to break the fast, followed by juice or jallab — a sweet drink made from dates, rose water and carob that is usually served with floating pine nuts and raisins. In Egypt, dates, a traditional Ramadan food, are harvested in different farms and oases across the country, as well as imported from North Africa and the Arabian Gulf states. The best dates are often given catchy names by their vendors to help market them. In 2006, after Israel's war against Lebanon, the best dates were called Hassan Nasrallah, after the leader of Lebanon's Hizballah. In 2009, after the U.S. President made a visit to Cairo, the best dates were called Obama. This year, the most prized dates are called Martyrs of the Revolution. Tahrir Square is another favorite.

People Name Their Sons Ramadan

Religious baby names aren't unusual across any faith; however, when devout Catholics choose to reflect their faith in their child's name, they often go the way of a saint, like Mary, or the way of a virtue, like Grace. You'd be hard-pressed to find a baby named Lent. Not the case with Ramadan, as the religious observance has also become a common name for Muslim baby boys. While the name was a more popular choice in the '90s than it is now, Ramadan could be making a comeback. According to the website BabyCenter, the name's popularity has been steadily climbing

There Are Several Fasting Loopholes

The holy month of Ramadan requires Muslims abstain from eating and drinking from sunrise to sunset each day. For the most part, that is considered an unbreakable rule. However, there are some instances in which one may take leave of the fast. According to the holy Koran, people who are sick, elderly, traveling, pregnant or breast-feeding, as well as children under the age of puberty, can forgo fasting if it will negatively affect their health. Additionally, a fast can become invalidated for reasons such as menstruation or postpartum bleeding, intentional vomiting and, of course, breaking a fast to eat or drink. In all these cases, the Koran requires that believers take a qada fast — meaning to fast one day for one day — to make up for the missed days of fasting, as soon as possible.

Sunnis and Shi'ites Break Their Fasts at Different Times

After fasting through the day, Sunni Muslims may break their fast as soon as the daily maghrib prayer begins, which is when the sun is no longer visible on the horizon (although the sky is often still quite light). Shi'ites wait longer, believing that their fast cannot be broken until the last rays of light have vanished from the sky. Regional variations may apply in both branches of Islam, however, so this is not an absolute distinction.

The Date Changes Each Year

Ramadan is based on the lunar calendar and begins with the hilal, the Arabic word for crescent or "new moon," in the ninth month of each year. But because the lunar cycle steadily moves backward compared to the Gregorian calendar, Ramadan falls earlier and earlier each year. During the summer months, the days are much longer and hotter, making fasting more difficult. Late in the holy month, Muslims celebrate the Laylat al-Qadr, or Night of Power. This is the anniversary of the night on which Allah first revealed the Koran to the Prophet Muhammad. While different traditions celebrate this night in the last 10 days of Ramadan, the 27th night is the most widely celebrated date, when the Koran says, "The grand night is better than a thousand months."

Ramadan Is Good for Television Ratings

Ramadan is a keenly anticipated, prime-time TV season. Arabic, and increasingly Turkish, production houses work around the year to create 30-episode miniseries — one for each night of the month — in the hopes of snagging viewers, advertising dollars and the opportunity to boast that their series was the most popular. However, this year things aren't as good. According to a Saudi newspaper, al-Riyadh, production is down 35% thanks to the turmoil of the Arab Spring.

Fasting Predates Islam

Fasting has been around much, much longer than Islam. Indeed, mentions of abstention from food and drink can be found in the Hebrew Bible and the New Testament, both of which predate the Prophet Muhammad (who was born in A.D. 570). In one case found in the Bible, Queen Esther asks the Jews to fast for three days before she visits her husband, the king, to ask him not to kill them. And in the New Testament, Jesus fasts in the desert for 40 days, which is why to this day certain Christian denominations observe Lenten fasts.
The fasting itself is also different in Ramadan in that Muslim observers can technically eat each day, they just can't consume anything during daylight hours.

It's Not a Great Diet Plan

Despite the daily fasting, Ramadan is notorious for being a month of weight gain. There are many reasons why practicing Muslims often gain, instead of lose, weight during this time. Foremost is that fasting and low activity levels during the day often give way to binge eating at night. Such behavior results in slower metabolic cycles that cause the body to store fat instead of burning it. Additionally, iftar meals — the evening meal served when Muslims break the fast — are traditionally heavy, high in carbohydrates and lacking in nutritional sustenance. In order to maintain a healthy weight throughout the month, Muslims are encouraged to drink plenty of water, eat a diet full of fruits, vegetables and protein, and wake up every morning for the suhoor meal, which occurs before sunrise.

Ramadan Is a Huge Month for Charity

Donations to charities see a significant rise during the month of Ramadan, as many Muslims choose to give their charity for the year during the holy month. Mosques and religious organizations offer free iftar meals to the poor every evening. It's also common for wealthier Muslims to give poor families Ramadan bags or baskets containing basic cooking items like sugar, oil, rice and tea bef

time

PEMIKIRAN-ULANG TENTANG NUKLIR

PENDIRI GREEN PEACE PUN PRO NUKLIR


Patrick Moore, seorang pakar lingkungan dan pendiri Greenpeace yang bersemangat, mengemukakan dukungannya terhadap energi nuklir. “Pandangan saya telah berubah, karena energi nuklir adalah satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca, yang dapat secara efektif mengganti bahan-bakar fosil, guna memenuhi permintaan energi yang semakin bertambah” - Patrick Moore

Di awal tahun 1970-an sewaktu saya membantu mendirikan Greenpeace, saya percaya bahwa energi nuklir itu sinonim dengan bencana nuklir, sama seperti pendapat rekan-rekan seperjuangan saya. Keyakinan itu telah mengilhami perjalanan Greenpeace yang pertama ke pantai karang Barat-Laut untuk memprotes percobaan bom hidrogen di Kepulauan Aleutian di Alaska.

Tiga puluh tahun berlalu, pandangan saya telah berubah, dan seluruh gerakan pro-lingkungan kiranya perlu memutakhirkan pendapatnya juga, karena energi nuklir adalah satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca, yang dapat secara efektif mengganti bahan-bakar fosil guna memenuhi permintaan energi yang semakin bertambah.

Marilah kita kaji pemancar gas rumah-kaca yang terbesar di dunia: batubara. Biarpun batubara memberikan listrik murah, tetapi pembakaran batubara di seluruh dunia menciptakan sekitar 9 milyar ton CO2 per tahun, yang sebagian besar akibat dari pembangkitan listrik. Pembangkitan listrik yang membakar batubara menyebabkan hujan asam, kabut-asap (smog), penyakit pernafasan, kontaminasi merkuri, dan memberi kontribusi utama pada gas rumah-kaca dunia.
Di lain pihak, sebanyak 441 PLTN yang kini beroperasi di seluruh dunia telah menghindari emisi hampir 3 milyar ton CO2 per tahun ─ yang setara dengan gas-buang berasal lebih dari 428 juta mobil.

Untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap batubara, kita harus bekerja bersama mengembangkan infrastruktur energi nuklir secara global. Energi nuklir itu bersih, sepadan dalam hal ongkos (cost effective), dapat diandalkan dan aman.

Di tahun 1979 Jane Fonda dan Jack Lemmon keduanya telah memenangkan piala Oscar untuk perannya dalam "The China Syndrome". Di dalam film, sebuah reaktor nuklir mengalami pelelehan yang mengancam kehidupan seluruh kota.
Duapuluh hari setelah film dahsyat itu diputar-perdanakan, sebuah pelelehan reaktor di Three Mile Island benar-benar telah menggetarkan seluruh negara.

Pada waktu itu tidak seorangpun memerhatikan bahwa Three Mile Island itu sebenarnya adalah sebuah kisah sukses. Struktur beton yang membentuk sungkup reaktor (kontenmen, containment) telah menunaikan tugasnya dengan baik: bangunan sungkup telah menghalangi keluarnya radiasi ke lingkungan. Biarpun reaktor menjadi tidak berfungsi, tetapi tidak ada korban luka atau meninggal di antara publik maupun pekerja nuklir.

Di Amerika Serikat hari ini terdapat 103 reaktor nuklir yang diam-diam menyajikan 20% kebutuhan listriknya. Sekitar 80% penduduk di sekitar PLTN sampai jarak 10 Km itu menyetujui kehadiran PLTN-mereka. Tingkat persetujuan yang tinggi itu tentulah tidak termasuk pekerja PLTN yang memiliki kepentingan dalam mendukung pekerjaan mereka yang aman, dan bergaji tinggi. Biarpun saya tidak hidup dekat dengan PLTN, tetapi sekarang saya praktis berada di pihaknya.

Saya bukanlah sendirian di antara aktivis dan pemikir lingkungan kawakan yang telah dan tengah berubah pikiran dalam subyek ini. James Lovelock, bapak dalam teori Gaia dan ilmuwan atmosfir terkemuka, percaya bahwa energi nuklir adalah satu-satunya energi yang menghindari perubahan iklim yang mendatangkan bencana. Steward Brand, pendiri dari The Whole Earth Catalogue dan pemikir ekologi holistik, mengatakan bahwa gerakan lingkungan haruslah merangkum energi nuklir untuk mengurangi ketergantungannya terhadap bahanbakar fosil. Almarhum Bishop Hugh Montefiore, pendiri dan direktur Friends of the Earth Inggris, dipaksa mengundurkan diri sewaktu dia menyajikan sebuah artikel pro-nuklir dalam sebuah lembaran-berita gereja. Pendapat seperti itu telah ditanggapi sebagai semacam inquisition (hukuman karena menyalahi paham ajaran gereja) dari kelompok kepadrian yang anti-nuklir.

Namun terdapat tanda-tanda bahwa sikap itu sedang berubah, bahkan sikap di antara para pelaksana kampanye yang paling getol. Saya menghadiri Pertemuan Iklim Kyoto di Montreal pada bulan Desember 2005, di situ saya berbicara di depan hadirin yang memenuhi ruangan tentang pertanyaan masa depan energi yang berkelanjutan. Saya memberi argumen bahwa satu-satunya jalan untuk mengurangi emisi bahan-bakar fosil dari pembangkitan listrik adalah melalui program yang agresif dalam penggunaan energi terbarukan (listrik hidro, geotermal, pompa-panas dan angin) plus nuklir. Juru bicara Greenpeace adalah orang pertama yang mengambil mikrofon pada saat acara tanya-jawab dan saya mengira akan mendengar kata-kata keras darinya. Tetapi sebaliknya, ia mulai dengan mengatakan bahwa ia menyetujui banyak hal yang saya sampaikan, kecuali tentu saja, potongan ”plus nuklir” itu. Biarpun demikian, saya telah dapat merasakan bahwa pijakan bersama sangatlah mungkin dicapai.

Energi angin dan matahari mempunyai tempat di sini, tetapi karena tidak selalu kontinu dan tidak dapat diprediksi, maka kedua jenis energi itu tentu tidak dapat mengganti pembangkit listrik beban-basis yang besar seperti pembangkit listrik batubara, nuklir dan listrik-hidro. Gas-alam, bahanbakar fosil itu, kini sudah terlalu mahal, dan harganya begitu mudah berubah sehingga sangat berisiko untuk digunakan sebagai pembangkit beban-basis yang besar. Kalau sumber listrik-hidro biasanya dibangun untuk kapasitas besar, maka nuklir, sebagai ganti eliminasi batubara, menjadi satu-satunya substitusi yang dapat diperoleh dalam skala besar, sepadan dalam ongkos (cost effective) dan aman. Begitu sederhana!



Memang, bukan tidak ada tantangan nyata ─ juga bukan tidak ada berbagai mitos ─ yang berkaitan dengan energi nuklir. Masing-masing mitos itu perlu dipertimbangkan:

Mitos 1 : Energi nuklir itu mahal
Fakta : Energi nuklir adalah satu di antara sumber energi yang tidak-mahal. Di tahun 2004, rata-rata ongkos produksi listrik di Amerika Serikat adalah kurang dari dua sen per kilowatt-jam, setingkat dengan ongkos batubara dan listrik-hidro. Kemajuan dalam teknologi akan menurunkan lagi ongkos itu di masa mendatang.

Mitos 2 : PLTN itu tidak aman
Fakta : Kalau dapat dikatakan bahwa kecelakaan Three Mile Island itu suatu kisah sukses, maka kecelakaan di Chernobyl itu tidak dapat dikatakan demikian. Kecelakaan Chernobyl itu sepertinya menunggu akan terjadi. Model awal dari reaktor Uni Soviet tidak menggunakan bejana kontenmen (sungkup, containment vessel), dalam hal desain dikatakan sebagai tidak-aman melekat, sedang operatornya kemudian meledakkannya.

Forum multi-lembaga PBB untuk Chernobyl tahun lalu melaporkan bahwa hanya 56 kematian dapat dikaitkan dengan kecelakaan itu, sebagian besar korban adalah akibat radiasi atau luka-bakar sewaktu memadamkan api. Memang tragis sekali korban kematian itu, namun angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kecelakaan di tambang batubara sebanyak 5000 jiwa seluruh dunia setiap tahun. Atau jika dibandingkan dengan 1,2 juta jiwa yang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan mobil. Tidak seorangpun meninggal dalam sejarah program nuklir untuk sipil di Amerika Serikat. (Disayangkan, bahwa ratusan pekerja tambang uranium meninggal pada tahun-tahun awal industri ini. Hal itu telah sejak lama diperbaiki).

Mitos 3 : Sampah nuklir itu akan berbahaya selama ribuan tahun
Fakta : Dalam 40 tahun, bahanbakar yang telah digunakan hanya akan memancarkan seperseribu radioaktivitas dibandingkan pada waktu bahanbakar itu dikeluarkan dari reaktor. Dan sebenarnya sangatlah tidak benar jika dikatakan itu sebagai sampah (atau limbah), karena 95% potensi energinya masih tersimpan di dalam bahanbakar bekas pada siklus pertama.
Sekarang Amerika Serikat telah mencabut larangan daur-ulang bahanbakar bekas, dengan demikian akan dimungkinkan pemanfaatan energi itu serta akan banyak mengurangi jumlah sampah yang harus diolah atau disimpan. Bulan lalu, Jepang telah bergabung dengan Perancis, Inggris dan Rusia dalam kegiatan daur-ulang bahanbakar nuklir ini.

Mitos 4 : Reaktor nuklir itu rawan terhadap serangan teroris
Fakta : Beton bertulang yang tebalnya satu-setengah meter melindungi isi bangunan kontenmen dari luar maupun dari dalam. Bahkan kalau sebuah jumbo jet menabrak reaktor dan merusak kontenmen, reaktor tidak akan meledak. Ada banyak jenis fasilitas yang lebih rawan termasuk pabrik pencairan gas alam, pabrik kimia dan sejumlah sasaran politik.

Mitos 5 : Bahan-bakar nuklir itu dapat dialihkan untuk membuat senjata nuklir
Fakta : Senjata nuklir sudah tidak lagi harus tak-terpisahkan dengan PLTN. Teknologi centrifuge(teknologi pengkayaan uranium-235) kini memungkinkan suatu negara memperkaya uranium tanpa harus membangun reaktor nuklir. Iran misalnya, tidak memiliki reaktor yang menghasilkan listrik, padahal negara ini telah memiliki kemampuan membuat bom nuklir. Ancaman senjata nuklir Iran sama sekali dapat dibedakan dari pembangkit energi nuklir untuk maksud damai.

Selama dua puluh tahun, satu di antara alat yang paling sederhana ─ parang ─ telah dipakai membunuh jutaan manusia di Afrika, jauh lebih banyak dari pada korban yang meninggal di Hiroshima dan Nagasaki digabungkan. Tetapi toh tidak seorangpun yang mengusulkan melarang parang, karena parang adalah alat yang sangat berharga di negara berkembang.

Satu-satunya pendekatan pada isu penyebaran senjata nuklir adalah menempatkan isu itu pada agenda internasional yang lebih tinggi dan menggunakan diplomasi dan bila perlu kekuatan, untuk menghalangi pemerintahan atau teroris dari pemakaian bahan nuklir untuk tujuan perusakan.
Teknologi baru, seperti misalnya sistem proses-ulang yang akhir-akhir ini diperkenalkan di Jepang (yang tanpa proses pemisahan plutonium dari uranium) akan membuat manufaktur senjata dengan menggunakan bahan nuklir keperluan sipil, menjadi lebih sulit.
Lebih bersih dan lebih hijau

Sebagai bonus (tambahan) dalam mengurangi emisi gas rumah-kaca serta bergeser dari mengandalkan bahanbakar fosil, energi nuklir menawarkan dua manfaat yang ramah-lingkungan sekaligus.

Pertama, listrik nuklir menawarkan jalan yang penting dan praktis ke arah ′ekonomi hidrogen′.Hidrogen sebagai sumber yang menghasilkan listrik menawarkan janji untuk energi yang bersih dan hijau. Berbagai perusahaan mobil melanjutkan pengembangan sel bahanbakar hidrogen dan teknologi ini, dalam waktu yang tidak terlalu jauh di masa depan, akan menjadi produsen sumber energi. Dengan menggunakan kelebihan energi panas dari reaktor nuklir untuk menghasilkan hidrogen, maka dapat diciptakan produksi hidrogen dengan harga terjangkau, efisien, serta bebas dari emisi gas rumah-kaca. Dengan demikian produksi hidrogen ini dapat dikembangkan untuk menciptakan ekonomi energi hijau di masa depan.

Kedua, di seluruh dunia, energi nuklir dapat menjadi solusi terhadap krisis lain yang tengah berkembang: kekurangan air bersih yang harus tersedia bagi konsumsi manusia dan irigasi bagi tanaman dasar (crop). Secara global, proses desalinasi (air-laut) telah dan tengah dipakai guna membuat air bersih. Dengan menggunakan kelebihan panas dari reaktor nuklir, air laut dapat ditawarkan, sehingga permintaan terhadap air bersih yang selalu bertambah akan dapat dipenuhi.
Kombinasi energi nuklir, energi angin, geotermal dan hidro adalah cara yang aman dan ramah-lingkungan dalam memenuhi permintaan energi yang selalu bertambah. Dengan berbagi informasi, jaringan konsumen, pakar lingkungan, akademisi, organisai buruh, kelompok bisnis, pemimpin masyarakat dan pemerintah kini telah disadari manfaat dari energi nuklir.

Energi nuklir adalah jalan terbaik untuk menghasilkan listrik beban-dasar yang aman, bersih, dapat diandalkan, serta akan memainkan peranan kunci dalam pencapaian keamanan (penyediaan) energi global. Dengan perubahan iklim sebagai puncak agenda internasional, kita semua harus mengerjakan bagian kita untuk mendorong renaisans (kebangkitan kembali) energi nuklir.

Patrick Moore adalah seorang pakar ekologi dan lingkungan. Ia memulai kariernya sebagai seorang aktivis dan pendiri Greenpeace, di mana ia menempati jabatan puncak selama 15 tahun. Dr. Moore dahulu mendirikan perusahaan asalnya Greenspirit Enterprises dan sekarang adalah Ketua dan Pakar Utama dari Greenspirit Strategies Ltd, yang berbasis di Vancouver dan Winter Harbour, Canada

batan


Indonesia 3 Besar Konsumsi Rokok Sedunia


Data terbaru dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika Indonesia menempati juara ketiga dunia dalam hal merokok. Posisi Indonesia masih teratas karena dipicu pertumbuhan perokok baru di kalangan generasi muda Indonesia yang tercepat di dunia.

“Data itu dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut bahwa jumlah perokok di Indonesia adalah yang terbesar ketiga. Dan tampaknya prestasi itu akan sulit dihilangkan,” kata Ketua Harian Komnas Pengendalian Tembakau Mia Hanafiah dalam sambutan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Tugu Proklamasi, Sabtu (21/8) kemarin.

Mia mengatakan akibat kebiasaan merokok di Indonesia tercatat 400 ribu orang meninggal per tahun. Rokok menjadi sangat berbahaya karena produk tembakau itu mengandung zat berbahaya dan adiktif dan berisi kurang lebih 4 ribu bahan kimia, dan 69 diantaranya bersifat karsinogenik yakni memicu kanker. Zat-zat berbahaya itu antara lain seperti tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin dan nitrosiamin.

Untuk itu dalam acara peringatan HUT RI ke 65 ini, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) meminta agar pemerintah segera mengatur peredaran dan penggunaan rokok. Hal itu mengacu pada UUD 1945 pasal 28 ayat I yang menyebut setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin.

“Sehingga paling tidak pemerintah perlu segera mengeluarkan undang-undang atau peraturan untuk mengatur peredaran tembakau ini,” kata dia.

Seperti diberitakan, pemerintah telah menerapkan aturan baru untuk membatasi konsumsi tembakau di Indonesia. Mulai tahun depan, produsen rokok harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar pita cukai. Pasalnya, pemerintah berencana kembali menaikkan tarif cukai hasil tembakau.

Target penerimaan cukai rokok tahun depan dinaikkan dari Rp 59,3 triliun pada APBN-P 2010 menjadi Rp 60,7 triliun dalam RAPBN 2011. Karena itu, dalam nota keuangan, tarif cukai hasil tembakau disebutkan akan naik 3,9 persen. Sesuai roadmap cukai hasil tembakau, tarif memang dalam tren naik setiap tahun. Itu terkait dengan kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan.

Tahun ini, kalkulasi penerimaan mengalami penurunan volume produksi dan kenaikan tarif cukai. Volume produksi rokok yang sebelumnya ditetapkan sebesar 261,0 miliar batang, dalam APBN-P 2010 diturunkan menjadi 248,4 miliar. Sementara itu, dari sisi tarif, pemerintah menaikkan tarif cukai untuk semua jenis rokok.

Tarif rata-rata rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang pada APBN 2010 dipatok Rp 263,1 per batang dinaikkan menjadi Rp 266,0 per batang dalam APBN-P 2010. Adapun tarif rata-rata rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) naik dari Rp 204,5 menjadi Rp 246,2 per batang, dan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) naik dari Rp 135,3 menjadi Rp 151,9 per batang.
tobaccoatlas
kampungtki

Yahoo Messenger 11.0.0.2009 (Offline Installer)

NEW in Yahoo! Messenger 11:

Invite your friend to play a game – In addition to instant messages, text messages, voice and video calls, you can now play popular social games such as Mafia Wars and Fishville right within Yahoo! Messenger.

Keep up with friends wherever they are – View, comment on and like updates from Yahoo! Pulse, Flickr, Facebook, Twitter, and more, all from right within Yahoo! Messenger.
Post one status to multiple social networks – Share your Messenger status simultaneously on Yahoo! Pulse, Facebook, and Twitter.

Chat with Facebook friends – In addition to your friends on Windows Live, you can now IM your Facebook friends. Continue your conversations on the go using Mobile Web Messenger, SMS Messenger or Yahoo! Messenger App for Android.

Always be available – Stay signed in to multiple PCs simultaneously so you never have to miss a message.
Easy access to recent conversations – Retrieve all your IM conversations from any PC where you have signed in to Yahoo! Messenger.

Personalize your experience with fresh new skins – Express yourself and show off your personality with one of the 7 newly added messenger skins.

download Yahoo Messenger 11.0.0.2009 (Offline Installer)
download Yahoo Messenger 10 (Offline Installer)

Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Indonesia

Bahaya Kebakaran adalah indikator umum dari kondisi yang berhubungan dengan kebakaran termasuk dan kemudahan dimulainya api, penyebaran api, dampak fisik kebakaran, dan tingkat kesulitan pengendalian api.
Warna biru ke merah menunjukkan peningkatan kemudahan terpicu dan terbakarnya bahan bakaran halus. Kemudahan dimulainya api berkorelasi dengan kebakaran yang disebabkan oleh manusia.




Warna biru ke merah menunjukkan peningkatan intensitas api dan dapat digunakan untuk mengindikasikan tingkat kesulitan pemadaman kebakaran, misalnya dalam penggunaan alat dan strategi yang harus diambil.

Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Indonesia saat ini sedang dikalibrasi dan disempurnakan oleh Proyek Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Asia Tenggara (Southeast Asia FDRS Project) untuk mengikutsertakan keadaan iklim dan bahan bakar Indonesia. Peta di atas dibuat berdasarkan keadaan cuaca harian. Kalibrasi selanjutnya akan menghasilkan peta gabungan dari keadaan cuaca dan distribusi bahan bakar.


BMKG

Riau Diselimuti Asap

Badai Aere di Filipina telah menyebabkan munculnya cuaca ekstrim di Riau. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, suhu di Riau pada hari ini, Senin, 9 Mei 2011, menembus 36,5 derajat Celcius.

"BMKG mengingatkan warga untuk mewaspadai panasnya suhu yang sudah melewati ambang normal," kata Warih Budi dari BMKG Pekanbaru.

Menurutnya badai tersebut menyebabkan massa udara di Riau yang mengandung uap air tertarik ke pusat badai. Akibatnya, atmosfir di Riau menjadi kering sehingga curah hujan minim. Daerah yang paling ekstrim suhunya adalah Riau. Sejak dua hari lalu hawa di Riau memang terasa panas. Suhu normal biasanya hanya 33,5 derajat Celcius. "Diperkirakan kondisi seperti ini berlangsung hingga 13 Mei 2011 mendatang," paparnya.

Di sisi lain, suhu yang ekstrim itu berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau. Menurut data Satelit NOA A 18 yang dikeluarkan BMKG Pekanbaru, terdapat 136 hot spot di Sumatera--110 titik di antaranya berada di Riau.

Hot spot tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau seperti di Kabupaten Rohil sebanyak 36 titik hot spot. Kemudian, disusul Bengkalis dan Siak masing-masing 13 titik. Sementara itu, 21 titik terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu, 10 titik di Pelalawan, dan di kota Dumai 6 titik. "Sisanya tersebar di daeah lain," kata Warih.

Banyaknya hot spot ini menyebakan Riau mulai diselimuti kabut asap, terutama pada pagi hari. Sejauh ini, asap belum mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II dan Pinang Kampai di Dumai

viva

How Weather Changed Histor

Sunshine over Hiroshima


It was fine summer weather on Aug. 6, 1945 in Hiroshima. At 7:09 that morning, a weather reconnaissance plane passed overhead and radioed back: "Cloud cover less than three-tenths. Advice: bomb primary." That is, the sky was clear enough to drop the first nuclear weapon used in war. The lack of cloud cover sealed Hiroshima's fate, and spared the back-up target. Even more dramatic was the effect of cloud cover on Kokura. On Aug. 8, the second nuclear weapon was loaded into a B-29 called Bock's Car. But the skies were overcast over the primary target, Kokura. Instead, the bomb was released over the backup target: Nagasaki


Hitler Invades Russia


Adolf Hitler, apparently not much of a student of history, decided to repeat Napoleon's attack on Moscow, and did so all too well. In September, 1941, operation Typhoon (one of many military operations named for extreme weather) swept into the Soviet Union. The German army was so confident it would win against Stalin's troops that several units brought dress uniforms along for the victory march in Red Square. What they didn't bring along, however, was winter clothing. Hitler's meteorologically assisted defeats in the Soviet Union, outside both Moscow and in Stalingrad, were turning points in the war


Napoleon Invades Russia


In 1812, Napoleon assembled the largest army Europe had ever seen -more than 600,000 strong. His plan was to march boldly into Russia. He was not at all worried that winter was approaching. Napoleon's confidence appeared well-founded when his soldiers captured Moscow. They pillaged the city and stole jewels and furs as war prizes, to present to their wives back home. Then the one thing that Napoleon had failed to consider became abundantly clear. Russia can get very, very cold. As Napoleon's army marched away from the ruined city with their spoils, temperatures fell to -40C. The soldiers fell to frostbite and starvation. In one 24-hour period, 50,000 horses died from the cold. The men wrapped up in their wives' war prizes, but to no avail. Of the 600,000 men who marched into Russia, only 150,000 would limp home. It was the beginning of the end for Napoleon's empire, and heralded the emergence of Russia as a power in Europe


A Slave Revolt Washed Away

Aug. 30, 1800 might have been remembered as the day that thousands of slaves in Richmond, Virginia followed a man named Gabriel and rose up against their masters, took the city armory and freed all the slaves. Instead, a violent rainstorm kept the conspirators from gathering long enough for word of the plot to get out



Hail Storms Speed the Onset of the French Revolution


In a country already suffering from an economic crisis because of debt it incurred helping the American colonists in their war against England, a spring drought was causing food prices to skyrocket when a final blow came in the form of a hailstorm, which destroyed crops and laid waste to farms. The hungry populace was ready for extreme change, and the French Revolution soon followed


Washington Lives to Fight Another Day


When George Washington became commander of the American army, it consisted of volunteers without uniforms and often without weapons. The British army, by contrast, was a well-equipped fighting force. General Washington could well have been defeated at the Battle of Long Island on Aug. 22, 1776 and we'd be eating tea and crumpets today. Fortunately for U.S. history, a thick fog allowed the colonial forces to retreat unseen and to fight another day


Charles XII invades Russia


In 1709, Swedish king Charles XII became the first great European invader to lead his men on a long march of death and exhaustion through the Russian winter. The winter attrition of the mighty Swedish forces during "the Great Northern War" had a great psychological impact and put the world on notice that Czar Peter I was a force to be reckoned with



A "Protestant Wind" Destroys the Spanish Armada


The defeat of the Spanish Armada in 1588 has been called one of the most decisive battles in Western civilization. Philip II of Spain sailed on the Protestant England of his sister-in-law Elizabeth I, but the wind did not cooperate with his ambitions





The First Kamikaze


In the 13th century, Kublai Khan, leader of the Mongol Empire, set his sites on the conquest of Japan, but was defeated by not one, but two monsoons. Shinto priests, who believed the storms were the result of prayer, called them kamikaze or "divine wind"





Sea Breezes Save Western Culture


The survival of Greek culture, and consequently of Western Culture itself hung in the balance during the Greco-Persian Wars. The Persian Empire, at the peak of its strength, was poised to overrun mainland Greece itself. The Greek naval commander Themistocles was able to turn the tides of war at the battle of Salamis in 480 BC by using his knowledge of the winds. -Laura Lee, based on her book

livescience