Curahan Hati KECOA

Pernah ga sih ngerasa diremehin? Pernah ga sih ngerasa selalu ditindas? Atau pernah ga sih ngerasa tiap hari maen petak umpet sama sapu dan sandal jepit? Pasti belum pernah kan. Cuma gue yang pernah, ups ralat bukan pernah lagi kaleee tapi tiap hari tiap jam bahkan tiap menit kalau gue keluar kandang. Bukan, gue bukan maling celana dalem kok, enak aja disamain sama mereka, gw lebih hina dari itu. gw sebangsa KECOA (tiap nyebut nama KECOA , pasti deh gw denger teriakan kyaaa kyaaa jijay). Biar lebih dramatis lagi gue perjelas


“gue itu KECOAAAAAA..!!!”
(pake efek petir dan backsound lagunya kangen band biar lebih menyeramkan kali yah)

Ini tulisan pertama gue, gue mau ngungkapin keluh kesah gue dari gue lahir ampe sekarang hidup dengan berwujud seekor kecoa. Gue tuh iri sama binatang-binatang yang lain. Ada tiga hal yang bikin gue iri sama binatang-binatang lain, yaa berhubung gue punya banyak waktu ngejelasin biar gue jelasin satu persatu.

Yang pertama, gue iri ga punya nama, eiiits kecoa itu bukan nama tapi jenis. Cobalah liat kucing atau anjing. Mereka pasti punya nama mulai dari pussy, catty, ony, doggy, ampe nama-nama bule seperti kokom juga ada. Lah gue??? Di tiap kota, tiap Negara juga tetep aja namanya KECOA, not else(sok inggris). Pernah punya pengalaman buruk waktu gue mau nge-date sama cewe gw yang sudah almarhum (mati kelindes sepeda roda tiga), waktu itu gue mau ngajak doi nonton layar tancep di depan komplek, gue samper di rumahnya (got blok D perumahan sukaupil)

“kecoaaa, abang datang nih, nonton yuuk”

Setelah gue panggil dia, alhasil yang keluar adalah ce gue dan keluarganya, dikira gue ngajak nonton mereka semua, padahal gue lagi mau berdua saja menikmati malam dengan menonton layar tancep dengan segelas popcorn.

Yang kedua, wujud kami sama ga kaya hewan-hewan lain, contohnya aja kucing, mereka pasti bisa dibedakan dari warna bulunya. Coba aja kalau kecoa wujudnya berbeda-beda, yaaa minimalnya warna sayapnya kek yang berbeda ga Cuma warna coklat kehitaman. Gue malah berharap punya sayap warnanya pink atau ungu biar lebih kiyuuut kiyuut gimana gitu.

Yang ketiga, ini nih yang paling penting dan bikin gue sakit hati, ga pernah ada yang bilang kecoa itu lucu. Plis deh, kita sebangsa kecoa juga sama-sama binatang, kalau kucing atau anjing itu lucu, berarti kita juga donk. Kita juga pingin dipelihara dan dikasih kandang, dikasih makan tiap hari, di pakein baju, di jual di pet shop, dan selalu mendengar

“iiiih gemes deh sama kamu, sini aku peluuuk”

Yang ada juga gue tiap hari harus berjuang hidup dan mati dengan pukulan sapu, harus kabur dari injakan kaki, dan harus tinggal di lorong-lorong got.

Buat para pembaca yang ngerasa dirinya makhluk yang bernama MANUSIA plis tolong dengerin curhatan gue baik baik, dari pada gue ngelapor ke PBB(Persatuan Binatang-Binatang).

g5brodors

Kunang - Kunang Surga dari Palestina

Kunang - Kunang Surga


Bagi tentara Israel, seluruh rakyat Palestina adalah sasaran. Mereka tidak peduli apakah orang-orang yang mereka temui itu anak-anak, perempuan, atau orang berusia lanjut. Anak - anak Palestina kadangkala menghadapi peluru Israel di tempat-tempat pemeriksaan,ketika bermain,ketika dalam pelukan ibunya atau hanya sewaktu berdiri di pojok jalan atau tidur di atas ranjang. 

Sababul Wurud :
Diriwayatkan di dalam “Muslim” dari Abu Hasan bahwa ia telah bertanya kepada Abu HUrairah: “Dua Putraku telah meninggal dunia, kata-kata apa yang engkau terima dari Rasulullah yang bisa menghibur hati kami?” Jawabnya: “Ya, beliau bersabda,

“Anak-anak kecilmu –pada riwayat yagn lain- anak-anak kecil mereka – (menjadi) kunang-kunang di dalam surga, seorang diantara mereka menemui ayahnya, memegangi bajunya tidak berhenti sampai Allah memasukkan dia dan ayahnya ke dalam surga.” Perawi: Imam Ahmad, Bukhari di dalam Al Adabul MUfrad, Imam Muslim di dalah Shahihnya dari Abu Hurairah.

"Barangsiapa diamanati Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi, dan bila hidup di didik secara baik, maka dia dapat jaminan surga"
(HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas) 

Anak-anak kecil yang meninggal karena menjadi korban pembantaian tentara zionist Israel, wajah nya terlihat seperti terbuai dalam tidur dengan mimpi-mimpi indah dan damainya , saat mereka kembali menghadap ke pangkuan sang penciptanya ...

Tidak ada gurat wajah kepedihan lagi, yang sebelumnya terlihat ketika mereka masih hidup di bawah bayang-bayang penindasan zionist ...


































Yang Membuat Pekerjaan Menjadi Ibadah

Mungkin kita sering mendengar kata-kata "Jadikanlah pekerjaan sebagai ibadah." Banyak orang berpikir bagaimana caranya agar pekerjaan kita bisa disebut sebagai ibadah atau setidaknya dalam bekerja kita bisa masuk ke dalam spiritualitas,mensyukuri anugerah yg Tuhan sudah berikan lewat pekerjaan kita.Apapun kepercayaan kita,pasti kita mengenal yg namanya ibadah,dan ibadah itu bukan hanya dengan pergi ke tempat ibadah dan berdoa tapi dalam kehidupan sehari-haripun kita juga bisa beribadah termasuk dalam bekerja.Berikut ini adalah 3 hal yg membuat pekerjaan kita menjadi ibadah:

1.Diawali Dengan Niat Yang Baik.
Bill Gates bisa sukses karena dia punya niat yg baik dalam bekerja.Ketika dia membangun Microsoft,visinya adalah "Agar setiap rumah di Amerika memiliki setidaknya 1 komputer." Karena itulah dia membuat software Microsoft untuk memudahkan kita dalam menggunakan komputer dan terbukti banyak orang menggunakan aplikasi buatan Microsoft(word,excel,internet explorer,dll).Dan banyak aplikasi Microsoft yg bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari seperti dalam bekerja,membuat tugas,presentasi,dll.

Apakah saat kita bekerja kita mengawalinya dengan niat yg baik.Ada orang yg bekerja agar dia bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan membahagiakan mereka,ada juga yg bekerja agar dia bisa memiliki uang untuk bersenang-senang,ada pula yg bekerja daripada dia menganggur di rumah atau agar dia bisa berkontribusi dalam bermasyarakat.Terlepas dari apapun niat kita dalam bekerja ada baiknya kita instropeksi diri.Apa yg menjadi niat atau tujuan kita dalam mengawali pekerjaan kita?Apakah kita mengawalinya dengan niat yg baik?

2.Dikerjakan Dengan Cara Yang Baik.
Steve Jobs dan Apple memberi kita contoh dari apa yg mereka kerjakan,dan berkat kerja keras merekalah kita bisa menikmati barang elektronik yg canggih di zaman modern ini.Saat dunia baru mengenal walkman dan beralih ke discman sebagai pemutar musik portabel,Apple membuat iPod yg lebih ringkas dan mudah dibawa kemana-mana,selain itu bisa menyimpan banyak lagu didalamnya.Apple tahu bahwa orang ingin sesuatu yg simpel dan efisien.daripada membawa walkman/discman yg berukuran besar dan hanya bisa memutar beberapa lagu(tergantung kaset/CDnya) bukankah lebih baik membawa iPod yg lebih mungil dan bisa memuat banyak lagu.

Jika saat ini kita dituntut untuk bergerak cepat di dunia yg penuh mobilitas seperti ini,kita butuh setidaknya komputer jinjing seperti laptop atau notebook.Dan karena Apple tahu bahwa,sekali lagi,orang butuh sesuatu yg simpel dan efisien,mereka membuat iPad yg lebih mudah dibawa dengan ukuran yg lebih kecil dan fleksibel(selain untuk bisnis bisa juga untuk hiburan).Dan iPad menjadi perintis kemajuan komputer tablet di seluruh dunia.

Apple melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik.Mereka bekerja di bidang teknologi dan harus membuat sesuatu yg bermanfaat bagi masyarakat.Apakah kita sudah megerjakan pekerjaan kita dengan baik?Sebagai sales marketing apakah kita sudah melayani customer kita dengan baik?Sebagai akunting apakah kita sudah menyusun anggaran dengan baik?Sebagai manager apakah kita bisa memimpin karyawan dengan baik dari sikap dan cara kerja kita?Tentu saja kita juga harus mengerjakannya dengan ikhlas dan penuh ketulusan.Apapun pekerjaan anda,kerjakanlah dengan cara yg baik bahkan yg terbaik.

3.Digunakan Untuk Hal Yang Baik.
Barcelona saat ini disebut sebagai tim terbaik,sepakbola indah yg atraktif dan menghibur dan 12 piala yg mereka raih dalam 3 musim terakhir menjadi bukti kesuksesan mereka.Logo di kostum tim mereka adalah Unicef(saat ini selain Unicef ada Qatar Foundation).Tahukah anda bahwa biasanya sponsorship membayar kepada klub agar logo perusahaan mereka bisa terpampang di kostum klub dan mereka membayar untuk itu.Tapi tidak dengan Barcelona,malah sebaliknya,0,7% dari pendapatan mereka pertahun didonasikan untuk Unicef,sebuah badan amal PBB untuk kesehatan & kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.Berbanding terbalik dengan klub-klub lain yg ingin meraih untung dan pendapatan tambahan dari kontrak sponsor.Apakah dengan menyumbang Barcelona menjadi tim yg miskin?Tidak,kenyataannya mereka meraih sukses dengan menjuarai berbagai kompetisi dan tentunya menambah pemasukan mereka.Bahkan para pemainnya seperti Lionel messi membuat yayasan sosial dari kocek pribadinya,dan ada banyak lagi donasi yg mereka berikan untuk orang lain yg membutuhkan.

Dalam bekerja kita pasti menerima hasil,dalam hal ini adalah salary.Apakah kita menggunakan gaji kita untuk hal yg baik?Oke,mungkin kita tidak menyumbang atau beramal tapi apakah kita menggunakannya untuk hal-hal yg baik.Menyekolahkan anak,mencukupi kebutuhan rumah tangga,biaya untuk berobat,ada banyak hal lain yg bisa kita berikan untuk hal-hal yg baik.Bahkan setidaknya kita bisa menggunakannya untuk sesuatu yg bersifat positif seperti investasi.Apakah kita sudah menggunakan hasil yg kita peroleh dari bekerja untuk hal yg baik?

chaipon

Crows Zero

Tanggal Rilis : October 2007 (South Korea)
Jenis Film : Action | Thriller
Diperankan Oleh : Shun Oguri, Kyôsuke Yabe and Meisa Kuroki

Ringkasan Cerita FILM CROWS ZERO (2007) :

FILM CROWS ZERO diangkat dari sebuah manga jepang (crows) yang menceritakan seorang pemuda siswa (genji takiya) baru di sekolah suzuran, dia berambisi menguasai suzuran, dimana suzuran merupakan sekolah khusus laki-laki yang dihuni para siswa yang doyan berantem, dia menantang serizawa salah satu pentolan di sekolah tersebut demi menguasai seluruh siswa, untuk menantang serizawa dia harus mempunyai pengikut terlebih dahulu. Apakah genji takiya mampu mengumpulkan pengikut supaya bisa menandingi kekuatan kelompok serizawa?


download

Andik Vermansyah, Lionel Messi dari Surabaya

Disebut-sebut sebagai Lionel Messi asal Surabaya. Energik, lincah, pekerja keras di lapangan, serta mungil badannya. Andik Vermansyah melambung namanya usai pertandingan Tim Nasional Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Gelora Bung Karno, Rabu, 30 November 2011 petang.

Andik mencuri perhatian karena permainannya di lapangan tengah yang merepotkan pemain Galaxy. Pemain dengan tinggi 162 sentimeter itu terjungkal setelah mendapat takle keras David Beckham. Wow, takling dari bintang dunia ini malah membuat Andik bangga. Kejadian takle itu membuat pria kelahiran Jember mendapat hadiah berupa kaos Beckham.

"Bukan saya yang minta, dia (Beckham) yang ngasih, hadiah dari tackle," kata Andik melalui akun Twitter-nya. "Thank you Becks dan saya mendapat signature-nya."

Aksi Andik di lapangan mengundang banyak pujian. Ribuan penonton di Gelora Bung Karno memberi tepuk tangan. Dari semua pemain tim nasional, Andik dan Greg Nwokolo disebut sebagai pemain berbakat oleh pelatih LA Galaxy, Bruce Arena.

Andik memulai karier sepak bola sejak remaja di Persebaya. Ia membawa tim Persebaya U-18 menjadi juara Liga Remaja Regional Jawa Timur pada 2007. Andik menyumbangkan emas bagi Kota Surabaya dalam Pekan Olahraga Provinsi 2007.

Bakat Andik terus terasah dan masuk tim Persebaya Surabaya pada usia 17 tahun. Ia termasuk pemain termuda di tim berjuluk "Bajul Ijo" ini. Andik lalu dipanggil memperkuat tim Jawa Timur dalan Pekan Olahraga Nasional 2008 di Kalimantan dan turut andil menyumbangkan emas.

Persebaya bersalin rupa menjadi Persebaya 1927 yang berlaga di Liga Primer Indonesia. Andik memilih bertahan di Surabaya. Persebaya beruntung bisa memiliki gelandang energik, cepat dan ngotot di lapangan ini.

Andik semakin melambung ke tingkat nasional setelah dipanggil dalam skuad tim nasional U-23 di bawah besutan pelatih Rahmad Darmawan. Ia memperlihatkan permainan cepat dalam SEA Games XXVI meski tim Indonesia hanya mendapat perak setelah kalah dari Malaysia.

Andik benar-benar menjadi bintang setelah lawan Galaxy. Ia dipuji langsung pelatih Galaxy Bruce Arena. Bukan tak mungkin, Messi van Surabaya ini akan berkiprah di Amerika Serikat. Selangkah lagi Andik menjadi pesepakbola dunia.


BIODATA:

Nama Lengkap: Andik Vermansyah
Tempat Lahir: Jember
Tanggal Lahir: 23-11-1991
Kebangsaan: Indonesia
Posisi: Gelandang
Tinggi: 162 sentimeter
Berat: 57 kilogram

Penghargaan

* 2008 Perunggu POM ASEAN (Timnas Mahasiswa)
* 2008 Emas PON XVII Kaltim (Jatim)
* 2007 Emas Porprov I (Kota Surabaya)
* 2007 Juara Liga Remaja Regional Jatim (Persebaya U-18)

Karier :

2008 - 2010 - Persebaya Surabaya
2011 - sekarang - Persebaya 1927
Tim Nasional U-23








 

Menurut Bruce, Andik dan Greg sangat berbakat, kedua pemain tersebut menampilkan permainan yang sangat baik dalam laga persahaban tersebut.

"Nomor 21 (Andik) sangat berbakat. Banyak pemain yang tampil sangat baik, terutama nomor 21 dan nomor 10 (Greg) sangat baik," ujar Arena dalam konferensi pers seusai pertandingan, Rabu (30/11/2011).

"Kemungkinan dipertimbangkan apakah nantinya kami bisa mengundang mereka untuk memperkuat tim LA Galaxy atau setidaknya melakukan trial," tambahnya.

Mengenai evaluasi dari pertandingan tersebut, terutama apa saja kelemahan tim Indonesia Selection, Arena mengaku, tidak melihat kelemahan dalam tim besutan Rahmad Darmawan.

"Tim Indonesia memberikan perlawanan yang sangat tangguh malam ini. Ini bukan pertandingan yang mudah bagi kami, secara keseluruhan ini sangat indah," tukasnya.

"Saya tidak melihat kekurangan tim Indonesia dalam pertandingan tadi, penyerang Indonesia dan pemain belakang dan tengah bermain sangat baik," paparnya.

"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas keramahan dan sambutan dari warga Indonesia karena sangat menyambut ramah kami. Ini merupakan masa yang sangat indah di Jakarta," tandasnya.

Hari Aids Sedunia

'Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya' Bergema Dihari AIDS

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) kerap mendapatkan diskriminasi dari masyarakat atau lingkungan tertentu. Di Hari AIDS sedunia tahun ini bergema semboyan 'Jauhi penyakitnya bukan orangnya' untuk mendukung penderita AIDS bahwa mereka tidak sendiri.

Diskriminasi terhadap ODHA masih saja ditemui, meski beberapa orang sudah mengetahui bahwa sekedar jabat tangan, mengobrol atau berpelukan tidak bisa menularkan virus HIV. Kondisi ini membuat beberapa orang berkampanye 'Jauhi penyakitnya bukan orangnya' di Hari AIDS Sedunia.

"Spread the love people, NOT the disease. Each one of us is affected in one way or another, so reduce the stigma and play safe #WorldAIDSDay" seperti dikutip dari akun twitter @KenyaRedCross, Kamis (1/12/2011).

"There are no reason to stigmatize people living with AIDS, they are still people like us. #WorldAIDSDay" dikutip dari akun twitter @IBUFoundation. Serta "If you can't support. At least don't discriminate. #WorldAIDSday" dari akun twitter @TimMarbun.

Diskriminasi yang dilakukan terhadap orang-orang dengan HIV/AIDS akan membuatnya semakin menutup diri, sehingga mempersulit dalam mendata jumlah pasti penderita HIV/AIDS.

Stigma negatif mengenai HIV/AIDS sebaiknya mulai disingkirkan, karena mengucilkan orang dengan HIV/AIDS atau melabelinya dengan stigma negatif bukanlah perbuatan yang manusiawi.

HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel imun manusia serta menghancurkan fungsinya, sehingga orang yang terinfeksi akan mengalami penurunan kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS merupakan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan penurunan sistem kekebalan tubuh tersebut.

Dalam upaya pengendalian HIV AIDS tetap harus menghormati harkat, martabat, norma dan agama, serta memperhatikan keadilan, kesejahteraan dan juga jenis kelamin. Hal lain yang juga penting adalah harus melindungi ODHA (orang dengan HIV AIDS) agar tidak dihakimi masyarakat.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjauhi HIV/AIDS seperti:
1. Menghindari perilaku seks bebas dan berisiko seperti tidak menggunakan kondom
2. Tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian dengan orang lain
3. Tidak berganti-ganti pasangan atau berperilaku setia

Ayo... 'Jauhi penyakitnya bukan orangnya (sumber )

Selamatkan Indonesia!

Penulis : Mohammad Amin Rais
Terbit : Mei 2008 ( Cetakan III )
Judul Asli : Agenda - Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia!
Bahasa : Indonesia
Review : Kecenderungan manusia untuk mengulang sejarah yang buruk adalah penyakit yang susah ditemukan obatnya. Seperti ditulis George Bernard Shaw (1856-1950), “Sekalipun sejarah selalu berulang, manusia (Indonesia) sangat sulit untuk tidak mengulangi sejarah yang buruk.” Akibatnya, meminjam Goerge Santayana (1863-1952), manusia akan terus mengulangi pengalaman sejarah yang buruk itu. Kata-kata bijak dua filsuf tersebut dapat kita jadikan batu pijakan untuk mengaudit Indonesia dewasa ini. Betapa tidak, Indonesia kini menjadi negara yang tidak mampu menahan derasnya arus-arus kapitalisme dan neoimperialisme yang dikemas melalui isu-isu globalisasi. Kompeni-kompeni baru reinkarnasi VOC telah muncul dengan bentuk yang lebih modern. Korporasi internasional ditopang oleh tiga lembaga raksasa, yakni IMF, World Bank, dan WTO. Ketiga lembaga tersebut merupakan penopang mimpi Amerika untuk mewujudkan misi Pax Americana. Mimpi Pax Americana tak jauh berbeda dari misi kolonialisme (kapitalisme), yaitu akumulasi modal sebesar-besarnya dan penguasaan atas SDA/SDM di negara jajahan.

Melalui ketiga lembaga di atas, mereka membuat kontrak ekonomi (politik) yang membuat negara-negara dengan SDA yang melimpah, seperti Indonesia, tunduk di bawah kekuatan korporasi yang didukung kekuatan politik, ekonomi, dan militer Internasional. Fenomena mencemaskan ini dikritik oleh tokoh-tokoh penentang globalisasi seperti Stiglitz, seorang pemenang Nobel bidang ekonomi tahun 2001. Ia memandang bahwa globalisasi yang dijalankan tidak boleh menghempaskan keadilan sosial. Hal ini karena, mengguritanya korporasi global yang didukung oleh para eco-politik hit man lokal hanya menghasilkan kemiskinan dan pengangguran.

Jumlah penduduk miskin Indonesia saat ini mencapai 39,05 juta jiwa atau 17,75%. Sedangkan pengangguran masih membuncah sejumlah 12,6 juta jiwa. Dalam kunjungannya ke Indonesia tahun 2007 lalu, Stiglitz memberikan ”warning” agar pemerintah Indonesia segera melakukan renegosiasi atas perjanjian kontrak pertambangan yang telah ditandatangani. Sebab, kontrak karya yang ditandatangani, misalnya dengan Freeport, terbukti sangat merugikan negara baik di bidang ekonomi, sosial, adat dan lingkungan hidup. Untuk itu, renegosiasi kontrak karya sangat mendesak untuk dilakukan agar rakyat tidak semakin disengsarakan, dan pemerintah tidak tunduk pada korporatokrasi yang menjadikan para pemimpin Indonesia bermental inlander.

*****
Indonesia menjadi miskin dan sengsara karena, lagi-lagi, melupakan sejarah. Para pemimpin melupakan semangat kemandirian dan rasa percaya diri yang diajarkan Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka, H. Agus Salim, Syahrir, dan para funding father-mother bangsa ini. Sungguh pemandangan yang menggelikan ketika para elite pemimpin bangsa ini merasa panas dingin karena Presiden Bush akan mampir ke Indonesia pada akhir 2006 lalu. Pengamanan miliaran rupiah yang diberikan kepada Bush sungguh berlebihan dan sekaligus memalukan. Tidak ada negara manapun yang menyambut Bush seperti raja, kecuali Indonesia pada kepemimpinan SBY-JK. Seolah Indonesia telah menjadi vazal atau negara protektorat AS (halaman 9).

Para pemimpin melupakan kemandirian dan kepercayaan diri karena lebih senang berperan sebagai Amangkurat II yang inlander. Menurut Amien Rais, seperti Amangkurat II, salah satu ciri bangsa inlander adalah ia dihinggapi suatu perasaan nikmat dalam ketergantungan dan tunduk kepada perintah sang tuan. Akibatnya, sampai sekarang kita masih dihinggapi penyakit debt-addict, kecanduan utang. Setiap kali mendapat utang baru dari IGGI (Inter-Govermental Group on Indonesia), para pemimpin kita merasa bangga, ”Kita bersyukur dan bangga sebagai bangsa Indonesia, karena kita masih dipercaya oleh IGGI untuk mengambil utang baru,” katanya. Alhasil, Indonesia menjadi terjebak dalam jeratan utang luar negeri yang makin membesar.

Seperti ditulis John Perkins, bangsa yang tertindih utang besar, mau tidak mau pasti kehilangan bukan saja kemandirian ekonomi, tetapi juga kemandirian politik yang menjadikan bangsa itu tersandera selama hidupnya. Mentalitas inlander juga nampak jelas dalam pengelolaan kekayaan alam, baik migas maupun nonmigas. Freeport di Papua, sejak 1967 menambang emas, perak, dan tembaga di provinsi Indonesia paling timur yang kaya raya dengan sumber daya alam itu. Kontrak Karya I diperbarui pada 1991 untuk masa setengah abad, sehingga Kontrak Karya II baru berakhir pada 2041. Indonesia benar-benar akan hancur apabila tidak diselamatkan.

*****
Buku ini berulang kali mengingatkan penguasa kita akan bahaya korporasi Amerika yang selalu berkaitan erat dengan beberapa kejahatan sekaligus (halaman 161-163). Pertama, kejahatan lingkungan. Buangan limbah (tailings) yang berjumlah 300 ribu ton per hari telah merusak sistem sungai Aghawagon-Otomona-Ajkwa dan beserta ekosistemnya. Kedua, Freeport juga melakukan kejahatan perpajakan alias tidak membayar pajak. Ketiga, kejahatan etika dan moral. Freeport memberi uang sogokan kepada oknum-oknum polisi dan militer dengan dalih administrative costs, security cost, dan lain-lain. Keempat, kejahatan kemanusiaan. Tujuh suku Papua yang punya hak ulayat digusur dari tanah warisan turun-temurun dan di antara mereka meninggal karena peluru satgas Freeport. Kelima, kejahatan menguras kekayaan Indonesia lewat manipulasi administrasi dan menjadikan pusat pertambangan Freeport sebagai industri pertambangan misterius dan rahasia.

Tetapi, pikiran jernih hanya dapat dilakukan oleh bangsa dengan pemimpin yang bermental merdeka, berdaulat dan mandiri. Bagi Amien Rais, bangsa yang belum sembuh dari kolonisasi mental dan lebih nyaman menghamba pada korporatokrasi internasional, tentu memilih yang mudah (halaman 56). Kita sudah merdeka hampir 63 tahun dengan barisan intelektual, geolog, teknisi, dan profesional yang menguasai managerial know how buat pertambangan modern, tapi mereka dipinggirkan dan dilupakan. Pemerintah kita ternyata tidak punya nyali berhadapan dengan administrasi Bush yang ekspansif, agresif dan eksploitatif. Selain itu, masih banyak lagi masalah lain yang tidak kunjung diselesaikan pemerintah, di antaranya yaitu asingisasi penerbangan, perkebunan, perbankan, pertelekomunikasian, pelayaran dan semua proses yang menyebabkan Indonesia menjadi negara komprador, negara pelayan kepentingan asing. Belum lagi soal pencurian pasir oleh Singapura serta sikap Malaysia yang suka meremehkan.

Buku ini juga mencatat sepuluh hal penting yang memprihatinkan yang terjadi dalam tubuh pemerintahan SBY-JK. Sepuluh hal tersebut mengindikasikan broken goverment pada tubuh pemerintahan saat ini. Oleh karena itu, penulis memberikan gagasan untuk menyelamatkan bangsa dari kondisi yang semakin terpuruk. Pertama, secepatnya perlu ada pemimpin alternatif yang bebas dan independen, berwawasan nasional dan internasional, serta diisi oleh kaum muda. Atau dengan kata lain, ”Saatnya Kaum Muda Memimpin Indonesia.” Kedua, pemerintah sudah seharusnya berani bertindak untuk melepaskan diri dari kekuatan korporasi asing dan membangun hubungan dengan negara-negara lainnya sebagai partner, bukan sebagai budak. Hanya dengan cara itulah, Indonesia Raya tercinta dapat diselamatkan. Indonesia Bisa ! (kabarindonesia.com)

ziddu